Mata kuliah periklanan atau yang lebih akrab dengan istilah advertising adalah mata kuliah yang selama ini saya tunggu-tunggu untuk saya pelajari. Pada mata kuliah ini mahasiswa akan lebih dibuka wawasannya tentang apa itu dunia periklanan yang ternyata sangat luas dan sangat menarik tentunya.
Saya sedikit merasa kecewa setibanya saya di kelas dan acara perkuliahan telah berlangsung. Sebagaimana biasa setiap awal perkuliahan pasti ada yang namanya perkenalan, pengantar sebelum kuliah atau mungkin keterlambatan dosen mengajar disebabkan karena jadwal kuliah yang belum fix. Tapi pagi ini tidak seperti yang saya bayangkan, layaknya kuliah di pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya, Ibu dosen pun datang tepat waktu sesuai yang dijadwalkan. Bukan tanpa alasan saya datang telat, tapi tetap saja yang namanya telat tetaplah telat.
Wajah dosen itu sudah tidak asing lagi bagi saya, karena beliau adalah salah satu dosen yang aktif untuk membimbing mahasiswa dalam kegiatan organisasi. Semula saya merasa beliau adalah dosen yang kaku, arogan atau bahkan kiler, tapi setelah mendengar beberapa kalimat pengantar sebelum kuliah dari beliau, saya bisa langsung merasakan bahwa beliau adalah orang yang penuh semangat dan sangat berwawasan luas. Beliau langsung mengajak saya terlibat ikut diskusi yang sedang berlangsung walaupun beliau tahu kalau saya datangnya belakangan.
Saya semakin menikmati perkuliahan karena materi yang sedang dibahas membuat saya dan mahasiswa lain terkagum-kagum. Ternyata iklan yang tiap hari kita lihat di berbagai media memiliki seluk beluk yang membuat saya semakin tertarik untuk mempelajarinya. Bahkan, saya merasa kecewa ketika si Ibu dosen mulai mengakhiri perkuliahan hari ini dan akan dilanjutkan minggu depan. Semoga minggu depan segera datang.
Belum lama setelah Ibu dosen advertising keluar, bapak dosen mata kuliah selanjutnya telah berada ditengah-tengah kelas dengan wajah yang tidak asing lagi bagi kami sekelas. Ya, beliau adalah dosen yang pada semester kemaren mengajar kami mata kuliah ilustrasi 1 sakarang kembali mengajar kami di matakuliah ilustrasi 2. Sebenarnya dosen ini belum terlalu pantas untuk dipanggil bapak, karena usianya yang belum terlau tua serta karena status beliau yang belum menikah alias masih bujangan. Tapi, untuk menghormati beliau dan juga agar lebih enak didengar akhirnya kata sapaan bapak pun kami gunakan untuk memanggil atau menyapa beliau.
Tidak jauh berbeda dengan mata kuliah ilustrasi 1, pada perkuliahan ini kami dibimbing untuk menghasilkan karya-karya ilustrasi yang mampu memberikan pesan kepada para penikmatnya. Hanya saja di mata kuliah ini media yang digunakan lebih variatif dan karya yang dihasilkan pun juga akan lebih menarik karena menggunakan warna-warni yang pada semester lalu hanya menggunakan pensil sebagai alat yang digunakan untuk menggambar.
Sebuah remukan kertas yang digabung dengan imajinasi gambar buah durian adalah karya pertama saya pada semester ini. Saya merasa senang dengan gambar yang saya buat walaupun masih banyak yang harus saya pelajari agar bisa menghasilkan karya yang lebih bagus lagi.
Kuliah di pertemuan pertama ini berakhir dengan sebuh tugas untuk minggu depan yakni kami disuruh untuk mebuat karya ilustrasi berupa gambar alat transportasi tradisional. Kami merasa tidak ada kendala dari tugas yang diberikan oleh beliau tadi, sehingga tidak ada pertanyaan yang terlontar dari kami mengenai tugas yang baru saja diberikan oleh dosen itu.
Saya merasa hari ini berlalu begitu cepat dengan aktifitas kampus yang baru saja saya lewati walaupun diawal saya sempat sedikit kecewa karena keterlamabatan saya yang telat masuk ke kelas. Tapi, untuk pertemuan minggu depan saya berjanji akan datang tepat waktu atau mungkin lebih cepat dari jam yang sudah dijadwalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar